Percobaan kedua ini bertujuan mengevaluasi metode pengusangan cepat methanol 20% selama 0, 2, 4, 6 dan 8 jam yaitu benih cabai hibrida, non hibrida, lokal, introduksi, rawit dan besar yang diproduksi pada tahun 2009 dan 2010. Benih yang digunakan adalah benih non hibrida sebanyak 4 genotipe produksi benih tahun 2009 dan 4 genotipe produksi benih tahun 2010. Benih hibrida yang digunakan adalah10 genotipeproduksi tahun 2009 dan 8 genotipe produksi tahun 2010. Analisis data yang dilakukan merupakan analisis sudut kemiringan garis regressi yang merupakan sudut yang dihasilkan dari perbandingan ordinat dan axis. Berdasarkan hasil uji pengusangan cepat dengan menggunakan methanol 20% selama 0, 2, 4, 6 dan 8 jam diperoleh informasi bahwa vigor daya simpan benih produksi tahun 2009 lebih baik daripada vigor daya simpan benih produksi tahun 2010. Berdasarkan hasil uji pengusangan cepat dengan menggunakan methanol 20% selama 0, 2, 4, 6 dan 8 jam diperolehinformasi bahwa vigor daya simpan benih produksi tahun 2009 lebih baik daripada benih produksi tahun 2010, hal ini terlihat dari tolok ukur panjang hipokotil dan panjang radikula (25.61° dan 23.45°) dibandingkan dengan benih cabai non hibrida produksi tahun 2010 (28.85° dan 29.77°).  Keragamnya vigor daya simpan benih cabai produksi tahun 2009 lebih tinggi daripada benih produksi tahun 2010 yaitu untuk tolok ukur 11.70 untuk panjang radikula dan 7.87 untuk kecepatan tumbuh. Benih cabai yang dievaluasi yaitu benih cabai hibrida memiliki vigor daya simpan benih yang sama dengan benih cabai non hibrida, demikian pula antara vigor daya simpan benih cabai lokal vs introduksi, dan antara vigor daya simpan benih cabai besar vs cabai rawit.

Kata kunci : deteriorasi alami, metode pengusangan cepat, hibrida,  non hibrida, lokal,  Introduksi, rawit, besar

 

 

Abstract

 The second experiment was designed to evaluate rapid ageing methods of methanol 20% for 0, 2, 4, 6 and 8 hours which is the first stage of the experiment results on some of the pepper seeds genotypes including hybrid, non hybrid, local, introduction, and a great chili seeds produced in year 2009 and 2010. Seed used was non hybrid seed as much as 4 genotypes of production in 2009 and 4 genotype seed of production in 2010. Hybrid seeds used were 10 genotypes of production in 2009 and 8 genotypes of production in 2010. Data analysis used were analysis of the slope of the regression line which is the angle resulting from the comparison of the ordinate and the axis. Information obtained based on test results of the accelerated aging method by using methanol 20% for 0, 2, 4, 6 and 8 hours, that the shelf life of seed vigor in relation to storability of production in 2009 is better than from the production in 2010. Based on accelerated ageing test results by using methanol 20% for 0, 2, 4, 6 and 8 hours, information obtained that the seed vigor in relation to storability of production in 2009 is better than seeds production in 2010, it is seen from length of hypocotyl and radicle benchmark (25.61 ° and 23:45 °) compared with non-hybrid pepper seeds production in 2010 (28.85 ° and 29.77 °). Pepper seed vigor in to storability diversity of seeds production in 2009 is higher than the seed production in 2010 which is 11.70 in radicle length benchmark and 7.87 in growth speed benchmark. Pepper seeds evaluated, the hybrid seeds, have same seed vigor in relation to storability with the non hybrid pepper seeds, as well as seed vigor storage between local vs introduction seeds, and the seed vigor in relation storability of great chili vs chili pepper seeds

 Keywords:natural deterioration,accelerated aging, hybrid, non hybrid, local, introduction